KUMPULAN PUISI ROMANC


DETIK-DETIK PENANTIAN
By : M. Sahertian.


Beginilah siksanya hidup dalam penantian
Ditabir tirai malam
Ada insan yang kesepian
Setiap detik kulalui jiwaku
Gelisah membisu
Tetap setia menantimu,
Bayanganmu entah dimana

Mengapa kita harus ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Adakah persinggahan pengobat rindu
Hanya satu kata yang tetap kukuh kupertahankan
“Aku tetap menantimu”


Chuayank Bovie








KERINDUAN KUE
By : M. Sahertian.


Aku berjalan sendirian ketika bulan sedang bersinar dikubah langit
Secercah cahaya berpendar digurun pasir
Tiba-tiba cahaya tertutup awan
Bumi menjadi gelap gulita karena kelam
Tak seorang pun dapat melihat cahaya
Yang lebih jauh dari tempatnya berpijak

Evie ………………..
Tak kau rasakan rindu kalbu ini
Entah disaat kau disisi damai.



Chuayank Bovie












CURAHAN HATI
By : M. Sahertian.


Sudah jauh kaki melangkah
Menunggu sesuatu tuk melupakanmu
Wajah-wajah tlah datang dan pergi
Namun aku tetap merindukanmu

Kasih …………
Bayanganmu selalu menghantuiku
Akankah engkau mengerti keadaan ini
Yang selalu mengharapkanmu

Kasih ……….
Mengapa pada dirimu
Yang mampu mengisi sanubari

Kasih ………
Mengapa hanya padamu
Tercurah seluruh rasa
Hadir disetiap langkahku.



Chuayank Bovie
DERITA DALAM ASMARA
By : M. Sahertian.


Selamat pagi kasih …..
Hari ini indah, pagi yang kelabu
Lewat detik-detik poinku
Kuukirkan kata sastra untukmu
Lewat indah penuh harap kaulah dihatiku

Kicauan burung hari ini, seakan tahu isi hatiku
Kini aku sedang merana tuk mendapatkan cintamu

Kala mata memendam rindu
Sayuh suara didadaku
Merah merekah melekat diufuk mataku
Membisu lewat detikan waktu
Hari semakin pilu, mengenang kapan waktu ketemu

Sungguh indah Tuhan menciptakannmu
Hingga pikiranku tak menentu
Melihat kecantikanmu nan syahdu.



Chuayank Bovie

KAPAN
By : M. Sahertian.



Jika suatu saat rembulan gerhana
Kalaupun diri ini sakit panas
Kesetiaanku takkan pernah sakit panas
Tersebab jiwaku disejukkan embun namamu …..

Evie ……….
Kapan mimpi-mimpi indah jadi kenyataan
Mesra dalam singgasana pernikahan
Menyatu dalam ranjang kemanten

Evie …………
Kuharap engkaulah awan yang membawa air
Bukan awan yang mendustai rerumputan.




Chuayank Bovie





LUKISAN RINDU KUE
By : M. Sahertian.



Masa laluku menggiring ketepian pantai
Saat kududuk terkenang sendirian
Seolah kuambil cemara untuk pena
Dan lautan sebagai tintanya
Dan kuukir binarya wajahmu
Diantara bulan dan bintang

Andai aku dapat terbang
Tapi mana sayapnya
Wahai burung bangau
Dapatkan kau memahami dalamnya rinduku

Wahai kasih ……….
Kemarilah, temanilah diri ini yang dalam kesepian.



Chuayank Bovie





KERINDUAN
By : M. Sahertian.

Kasih …..
Kutuangkan semua diatas berkas putih ini
Yang bersih seputihnya hati menggores syair-syair
Yang telah lama tersimpan dikalbu

Tak selamanya aku sanggup bertahan
Atas gelora jiwa yang meronta menuntut aku bisa
Walau hanya kutulis diatas puisi cinta ini

Maafkan perasaanku
Bila kau baca puisi
Seluruh jiwa dan seluruh ragaku
Yang hanya mendambakan keharmonisan cintaku padamu

Kasih ………
Kuharap engkau sudi
Menerima kekasihmu dengan apa adanya
Walaupun dimata Tuhan kita semua sama


Chuayank Bovie

ANGANKU DIBOLA MATAMU
By : M. Sahertian.


Mungkinkah kembali semua dijiwa
Dan esok kau bawa segenggam harapan
Biar aku kembali menghapuskan
Dan membiarkan cinta bersemi

Dan sinari damai dihatimu
Akankah kau berikan cintamu
Yang selama ini terkubur

Biarkan cintamu bersemi bersamaku
Serta kau bisa melayangkan
Segala anganku yang terus terbayang
Evie …….., sadarkan aku dari bayangmu


Chuayank Bovie








AKU TAKUT
By : M. Sahertian.


Perubahan pada dirimu
Menakutkan malaikat yang beterbangan
Sehingga sayapnya dipatahkan
Dan putihnya dimerahkan dengan darahku
Dan darahku mengalir deras dipelupuk jiwamu

Namun,
Sebenarnya aku ingin marah
Tapi yang akan kumarahi
Ketika aku ingin ngambek
Siapa yang pantas untuk ku ngambeki

Tiada guna aku marah
Aku manusia, nggak pantas untuk itu
Aku nggak punya kekuasaan untuk semuanya
Yang punyalah yang berhak untuk itu.


Chuayank Bovie



YANG PERNAH
By : M. Sahertian.


Kamu yang pernah ada dalam hatiku
Dan selalu ada didalam jiwaku
Kamu memang merajai hatiku
Namun aku belum bisa memiliki ragamu

Jiwaku satu seperti jiwamu
Hatiku satu seperti sepenggal hatimu
Namun kutahu hatiku untuk siapa
Dan aku tahu sekarang ragaku dengan siapa

Aku yakin jiwaku takkan kaku menunggui ragamu
Namun aku tak tahu sampai kapan akan begitu
Karena cinta sejati yang kutunggu
Sampai sekarang belum jua menghampiriku


Chuayank Bovie






KEBINGUNGANKU
By : M. Sahertian.



Sungai kuterlentangkan ketika aku menangis
Gunung kutegakkan ketika aku telah tertunduk
Mata ini telah terkikis
Namun jiwa ini kupaksakan untuk tak mengamuk

Aku bingung, kadang-kadang kau hangat
Sehangat api unggun
Kadang kau dingin
Sedingin salju yang mematikan

Aku lelah
Apakah keadaan yang telah membuatku bingung
Ataukah
Kebingungan yang membuatku berubah.


Chuayank Bovie





TANPA DIKAU
By : M. Sahertian.


Saat kududuk dikesendirian
Diantara rindu dan keputusasaan
Kudaki gunung kerinduan
Kutiti jalan terjal berliku
Kutemui satu hati penuh Tanya
Sraya dengan nafasmu kucoba menggapaimu

Evie ……
Tanpa dikau
Nafasku tak ubahnya detikan jam
Melewati indahnya glamour kehidupan
Tanpa dikau …………..
Jantungku tek ………, tek ……….., tek ……….
Tiiiiid …………….!!!!!!!


Chuayank Bovie






KENANGAN MASA LALU
By : M. Sahertian.

Kasih …..
Bulan dan bintang jadi saksi abadi
Atas kerinduanku padamu
Rindu akan tawamu, rindu akan nyanyianmu
Dan langkah kakimu yang indah gemulai
Seakan-akan menghentikan kehidupan ini

Kasih ……..
Cahaya matamu bagaikan matahari
Yang menyelimuti bumi ini
Wajahmu bagaikan purnama yang dibingkai bintang-gemintang dimalam hari
Dan bibirmu bagaikan mawar merekah menyimpan madu

Hari demi hari datang silih berganti
Karena penantian yang tak pasti
Namun hatiku tak bosan-bosan menantikan masa itu akan datang.


Chuayank Bovie


PENANTIAN
By : M. Sahertian.


ya Allah ……….
Kuatkanlah hambamu dalam menyintainya
Tak selamanya kasih dan sayang berpadu
Namun hambamu butuh keutuhannya
Selamatkan hambmu dengan cahaya-Mu

Zaman kian bergulir
Bunga-bunga bermunculan kian menggoda
Tiada arah semakin menerpa

Kasih dan sayang yang suci
Hilangkanlah gelisah dihati
Karena dia yang kucinta, tiada mengerti
Senyumanmu sekejap menghilangkan luka lara dihati.


Chuayank Bovie





KHAYALAN
By : M. Sahertian.



Saat kududuk sendiri termenung
Seolah kuambil pohon cemara untuk pena
Dan lautan sebagai tintanya
Dan kuukir binarya wajahmu

Andai aku dapat terbang
Istanamu yang kusinggahi
Aku terbang bersayap rindu
Mencari bekas-bekas namamu

Malam ………..
Kapankah bulan purnama
Aku tak kuat lagi menahan rindu
Rindu ini telah dibakar


Chuayank Bovie






1X. 2X. 3X.
By :
M. Sahertian.

Disepanjang jalanan
Kumencari dan terus mencari
Hakekat cinta yang terpendam
Dengan penghayatan sejati

Liku-liku jalanan yang panjang
Bagai aliran air sungai
Arus dan batu kerikil kian menerpa
Satu kali, dua kali, tiga kali

Aku berjalan dan terus berjalan
Menelusuri hutan belantara
Memburu engkau Evie
Lupa luka, lupa marabahaya


Chuayank Bovie





MASIHKAN ENGKAU SENDIRI
By : M. Sahertian.



Sendu namun juga merdu
Tawa sekejap menghilangkan duka lara dihatiku
Semu, dan hilang menjadi pilu
Tangisan sesaat mengantarkan khayalku pada dirimu

Hanyut aku, air mata jatuh berlinangan
Sebening embun diwaktu pagi
Menemani malam-malamku
Yang tiada berarti

Seonggok jiwa hendak kutitipkan padamu
Yang tenggelam karena malam
Kasih, adakah engkau masih sendiri
Karena kuingin jiwa ini menjadi milikmu


Chuayank Bovie





IKATAN SEMU
By : M. Sahertian.


Kau karunia aku
Suatu ikatan tiada pasti
Hikmat raya bersembunyi didalamnya
Intan dan Lumpur sebagiannya

Jampi kau beri, menundukkan kepala pejantanku
Ikatan tiada pasti kilauan kasih, menunjukkan daku tulisan tanganmu
Memaksa sukmaku bersorak raya, melapangkan dadaku menanti
Kapan ikatan menjadi pasti

Adakah kalbumu menunggu kasihku
Bagai bunga sedap malam menebar bau


Chuayank Bovie








DIBALIK TIRAI
By : M. Sahertian.


Mentari bersinar redup
Beredar dibalik tirai
Secercah cahaya mencuat
Menyelinap direlung hati

Tak setitikpun tirai
Penghalang bayangan dari semua yang terjadi
Sering kutertegun
Menatap nasib sekian kali mendamba
Sekian kali aku kecewa dan merana


Chuayank Bovie












PERNAHKAH ADA
By : M. Sahertian.


Alunan lagu memecah kesunyian malam
Mengisyaratkan khayalku akan senyummu
Tahajjud kian usang
Seiring datangnya subuh

Wahai cucu hawa
Yang terlelap empuknya permadani
Adakah sedetik kau curahkan
Hatimu untuk jiwaku
Adakah secuil perasaan
Yang kau torehkan ketika aku diujung sana


Chuayank Bovie










MERAJUD NAMAMU
By : M. Sahertian.


Dimalam yang dingin
Dislimuti kulit yang menggigil
Kucoba merajud kembali bekas-bekas namamu
Dan kucoba kudaki bukit kerinduan
Hanya untuk memapah kembali
Cintaku yang terkikis oleh bunga-bunga metasi
Yang menghiasi halaman hatiku

Cinta .............
Ada keberadaannya
Namun hilang ketika nafsu
Menyelimutinya


Chuayank Bovie









SAMPAIKAN ANGIN UNISMA
By : M. Sahertian.


Dibawah pohon rindang ini
Melamunkan wajahmu yang tiada berwujud
Cantik, anggun, dan juga lugu
Entah sampai kapan aku harus bertasbih
Entah sampai kapan aku harus meratap
Karena wajahmu kian hari kian hilang
Diterjang ketidakberdayaan hatiku

Angin ........
Sampaikan salam rinduku padanya
Sampaikan pula perasaan gilaku padanya
Mungkin rinduku hanya bersayap angin
Yang hanya melanglang buana tiada bertujuan


Chuayank Bovie






SIAPA DIA
By : M. Sahertian.


Kutatap lautan luas
Semakin jauh mata memandang
Semakin biru dan akhirnya
Pandanganku terhenti pada satu bayangan diujung sana

Siapakah dia
Biadadarikah yang tiada bertuan
Ataukah mawar yang tiada berhalaman
Kuhanya mencium wangi kainmu semenjak kau pergi


Chuayank Bovie














HAPPY BIRTHDAY
By : M. Sahertian.



Kau iringi waktu tiada berujung
Almanak jatuh hiasi harimu yang tiada pasti
Bertambah satu tahun usiamu
Kian berlalu masa mudamu kau tinggalkan

Setapak demi setapak
Kau lalui ruang waktu
Membuktikan kegigihanmu
Membelah samudra yang kian menerjang

Selamat ulang tahum kuucapkan
Hanya kata itu yang dapat kuhembuskan
Bersama sepucuk puisi pelepas tidur
Akan menemani jejak langkahmu meniti


Chuayank Bovie





SIAPAKAH SICH KAMU
By : M. Sahertian.


Sekarang aku tahu siapa aku sebenarnya
Dan aku tahu siapa kamu sebenarnya
Aku dengan pemikiranku sendiri
Aku malu dengan kekuatanku sendiri

Diangkasa kuterbangkan kau
Dibulan kutempatkan kau
Diberanda aku tuangkan segala kepunyaannku untukmu
Dibumi kujadikan pijakan kakiku

Namun aku kalah
Namun aku bingung
Siapa sich kamu sebenarnya
Karena aku sendiri juga tak tahu siapa aku sebenarnya


Chuayank Bovie






PURNAMAKU
By : M. Sahertian.



Cahaya malam ini menyinari raut wajahmu yang beku
Berbinar sekejap lalu hilang bersama lamunanku akan dirimu

Dewiku
Tak taukah kau berada diantara kilauan cahaya itu
Menjadi lentera disetiap langkah kakiku

Dewiku
Janganlah kau menjadi bendung yang mendustai rerumputan


Chuayank Bovie













INGINKU
By : M. Sahertian.



Bulan sabit tersenyum dibalik kesunyian malam
Sekilas cahaya menyelimuti diantaranya
Longlongan anjing malam yang seram membelah tingginya bukit
Keangkuhan

Malam ..........
Adakah hati tersenyum olehnya
Sedangkan mawar merah tak berdaya
Untuk menggodanya

Malam .....
Adakah goresan tangan Sang Tuhan
Membasuh dekilnya hati yang kelam
Membuka pelukan untuk orang tersayang
Mengikat ikatan yang pasti dalam pelukan ranjang



Chuayank Bovie



KECANTIKAN BUKAN SEGALANYA
By : M. Sahertian.



Kecantikan bukan suatu yang istimewa
Yang membuat kita berharga
Namun adalah bagaimana kita
Menerapkannya

Menghargai apa yang diberikan
Dengan penuh tanggung jawab
Dihadapannya


Chuayank Bovie














AKAN KAU APAKAN
By : M. Sahertian.


Akan kau pergunakan untuk apakah
Badan semampai nan elok
Dan pipi manis itu ?

Apa yang kau lakukan
Dengan jalinan rambut nan ikal itu ?
Dari segala arah
Keindahan tak terikat memancar

Wahai ..........
Orang yang tak sadar
Apa yang kau lakukan
Dengan .......
Keelokan yang tak terikat ?


Chuayank Bovie






SAPA RINDU
By : M. Sahertian.



evie .....
Ketika rindu kian berat menyapa
Dan wajahmu bergayut dibulu mata
Kalori dalam diri hilang entah berapa
Terdiam, terhuyung betapa nista

Namun kau tetap kukuh, teguh
Membuat persendianku runtuh
Dan serat hati menjadi rapuh
Tak taukah dimataku rinduku berlabuh


Chuayank Bovie










KEMBALILAH SEPERTI YANG DULU
By : M. Sahertian.

Kemana rembulanku yang dulu terang
Kemana cahayamu yang selalu menyinari jalanku
Kini kau tampak pucat tiada berjuang

Dimana semangat yang kau taburkan tiada berujung
Hingga daku ingin menggapai dunia
Dimana gelak tawamu yang dulu riang
Hingga daku ingin hidup untuk selamanya
Dulu ......?
Aku bak rumput ditengah padang pasir
Hanya menunggu kapan akan mati
Namun ketika engkau hadir
Ceriaku yang dulu hilang kini hadir lagi
Evie ........
Janganlah engkau patah semangat
Aku disini akan siap menjadi tonggakmu
Yang akan menopangmu
Ketika engkau akan jatuh.


Chuayank Bovie


SIAPA AKU SEBENARNYA
By : M. Sahertian.

Aku terjerumus dalam kesengsaraan dunia
Terjerumus dalam keindahan sementara
Keindahan itu kau taburkan dalam benih-benih cinta
Yang melupakan siapa aku sebenarnya

Cinta ...... memang aku jatuh dalam cengkramanmu
Dan tiada berdaya aku tanpamu
Dan melupakan siapa aku sebenarnya

Dalam kesunyian malam
Aku tengadahkan tanganku pada-Mu
Tuk membasuh bekas-bekas nama cinta
Yang melupakan siapa aku sebenarnya

Wahai Tuhan Yang Esa
Siapa aku sebenarnya
Budak cintakah aku


Chuayank Bovie



SEPENGGAL HATI
By : M. Sahertian.


Ya Allah .......
Untuk apa kau ciptakan hati ini
Kalau hanya ada sepenggal
Kenapa kau ciptakan raga ini
Kalau hanya menanggung rasa dingin yang mencekal

Adakah kau ciptakan sepenggal hati lagi untuk hamba
Sehingga raga ini berjiwa
Dan roh ini bersua


Chuayank Bovie













SEPENGGAL HATI
By : M. Sahertian.


Ya Allah .......
Untuk apa kau ciptakan hati ini
Kalau hanya ada sepenggal
Kenapa kau ciptakan raga ini
Kalau hanya menanggung rasa dingin yang mencekal

Adakah kau ciptakan sepenggal hati lagi untuk hamba
Sehingga raga ini berjiwa
Dan roh ini bersua


Chuayank Bovie













SAMPAI KAPAN AKU BERTAHAN
By : M. Sahertian.



Kapankah perasaan ini berhenti menyintaimu
Dan sampai kapankah raga ini bertahan menunggumu
Seolak kelopak mata ini tlah tertimbun segunung debu
Tiada berair, hanya tetesan air mata darah menemani hari-hariku

Kucoba bertahan menggapai istanamu yang sunyi
Kuhindari gejolak jiwaku yang kian menjadi

Tapi mengapa ........
Ditepi sungai kebimbangan itu aku berdiri
Terombang-ambing tiada bertepi
Sekian banyak arus yang kuhadapi
Namun aku tidak tahu dimana aku akan menyerahkan diri


Chuayank Bovie






AKU BIMBANG
By : M. Sahertian.

Aku terjerat diantara dua kebimbangan
Tergeletak aku tiada berdaya

Ya Allah .... kalau betul Engkau Mahakasih
Seperti dari mulut kemulut
Mengapa semua menjadi begini

Pendoa ini bimbang, hidup dalam ketidakpastian
Gelak tiada riang, sudah terbentang keputusasaan

Ya Allah ....... akankah ini kehendakmu
Mungkinkah suka-Mu ini
Kemudian aku aku duduk membisu
Melihat dua pancaran cinta, berlainan sekali

Ya Allah ........... aku tiada tahu permainan-Mu
Mungkinkah engkau bahagia
Melihat hamba-Mu begini
Sedangkan aku, kau manjakan aku tiada bermula
Ya Allah ..... aku bimbang
Chuayank Bovie

MALAM GELISAH
By : M. Sahertian.

Malam .....
Titik air meneteskan noktah pada atab peraduan
Perlahan angin melingkari dingin pori-pori menggigil sepi
Diantara hening jiwaku mengembara mencari padmasana-Mu
Berputar dihempas serpihan kilat menyambar lalu buyar
Gelisah ...........
Serasa turut melarut berdifusi bersama kepedihan mengambang
Ada keinginan terbang melayang
Menembus kudus yang kau janjikan
Tapi ketika langkah setapak baru meluluhkan gejolak jiwa
Gelisah .....
Kerap menyiksa hingga tertuang keputusasaan
Menggauli bisikan-bisikan menjeruji
Mahteraku masih terobang-ambing
Dikungkung gelombang yang bergemuruh kian
Meraksasa menggulung desah ruhku

Kasih .......... Masihkah asmamu luruh dihatiku ? Allahu Aklam


Chuayank Bovie


KAULAH SEPARUH NAFASKU
By : M. Sahertian.


.........................................................., ku
Setitik nafasku tertuang untukmu
Ingin kualirkan diseluruh pembuluh nadimu

Evie ...........
Kubentengi cintaku padamu
Dengan seluruh jiwa dan ragaku
Ingin kuarungi gapura istanamu
Dengan seribu cahaya pelipur sukmaku

evie ..........
Dipangkuanmu
Ingin kusandarkan separuh nafasku
Dijari manismu
Ingin kuikatkan cincin pengikat kalbu


Chuayank Bovie





BERHARAP UNTUK MEMILIKI
By : M. Sahertian.



Berharap aku untuk memiliki
Bidadari yang selama ini kupuji
Menuai indah keperjakaan
Coba kuserahkan padamu ranjang keperawanan

Aku dan bintang
Mencoba memagarmu wahai sang rembulan
Dan ketika engkau datang
Seakan-akan berlian mulai bercucuran

Dikaki langit sana aku berdiri
Memandang Sang rembulan diharap terang
Walau gerhana menyapamu
Kuingin sinarimu dengan sinar bintangku



Chuayank Bovie



TELAH HILANG
By : M. Sahertian.



Hujan turun ......
Gerana ingin menyapa bumi kekeringan
Kadang-kadang rintik membasahi embun
Kadang rumahpun jadi tertimbun

Begitupun engkau, menjelma seperti khayalan
Kadang menghilang seperti awan
Kau tumpahi aku dengan senyummu
Dan kau iringi puisiku dengan lirikmu

Namun aku bingung
Dimana sebenarnya lamunanku mengawang
Karena awan yang kuanggap terang
Kini telah hilang


Chuayank Bovie



KEKASIH KHAYALAN
By : M. Sahertian.


Ya allah .......
Kau ciptakan aku dalam kesempurnaan
Dari ciptaan yang kau ciptakan
Tapi mengapa kesempurnaan itu masih ada yang kurang
Ketika tulang rusukku masih ada yang hilang
Kekasih khayalan ...........
Dadaku terasa sakit
Ketika aku teringat kamu
Ingin rasanya terbang kelangit
Ketika rindu kian menggebu
Ya Allah .......
Dimana aku haru mengadu
Warna kelabu telah menahan rinduku
Dimana aku harus bercumbu
Sedangkan warna merah telah membakar amarahku
Kekasih khayalan ...........
Warnailah hidupku dengan warna putihmu


Chuayank Bovie

MERPATI PUTIH
By : M. Sahertian.



Merpati putih .................!
Kian terbang dengan
Membawa dua inisial nama
Dalam lingkaran cinta
Adakah ia akan abadi
Untuk selamanya

Merpati putih .........!
Aku terbang
Bersayap rindu

Merpati putih .............!
Siapakah dua inisial nama
Yang kau bawa itu
Adakah mereka B dan E
Ataukan merek berdua dua sejoli


Chuayank Bovie


SEPERTI APA AKU JADINYA
By : M. Sahertian.


Seperti angin .......
Kuingin menyapamu
Dan akan kutelusuri disetiap pori-pori hatimu
Seperti udara ........
Kuingin menjadi sebagian nafasmu
Yang selalu, dan selalu menjadi kebutuhanmu
Seperti iblis ...........
Kuingin selalu mengganggumu
Yang akan selalu membuatmu ketawa dan kecewa
Seperti malaikat .............
Ku akan setia menunggumu
Walau aku tidak tahu
Kapan kau akan menjadi milikku
Seperti apa jadinya aku Evie .........
Ketika engkau jauh dariku


Chuayank Bovie




AKU RINDU
By : M. Sahertian.


Evie ........
Sudah tiga puluh hari
Rindu ini telah dibakar
Sudah tiga puluh hari
Kita tidak bersua

Wahai alam memendeklah
Wahai tidur, lenyaplah
Wahai shubuh, cepatlah
Cepatlah kau terbit

Gerana ...............
Hari perpisahan itu
Terasa lebih panjang dari pada hari kiamat
Dan hari kematian lebih mudah dari pada perihnya perpisahan
Evie Anugraheni ..............
Aku rindu ......................



Chuayank Bovie


SEPERTI
By : M. Sahertian.

Seperti lilin ...........
Ingin kuterawangi jiwamu selalu
Seperti kertas ..............
Ingin kuisi lembaran hidupmu
Dengan pena cintaku
Evie................
Secercah sinar mencuat
Menyelinap
Direlung hati
Saat aku membangunkan
Kau dari lamunan
Tak setitikpun tirai
Penghalang bayangan
Dari semua yang terjadi
Evie ............
Seberkas sinar senja
Akan aku hayati
Untuk menjadi pelita
Dikelamnya hati

Chuayank Bovie

CINTAKU TAK BISA APA-APA
By : M. Sahertian.


Dengan kedipan mata
Kuberi isyarat Evie
Seperti isyaratnya orang berduka
Yang tak bisa apa-apa

Namun ...........
Kucintai engkau sepenuh hati
Seperti cintaku pada ibu, yang maha suci
Dan kucintai engkau sebagai sahabat
Lawan bergurau, teman bersuka bercengkrama
Penghilang bimbang pelipur hati

Evie Anugraheni .............
Biar melayang nyawa diraga
Biar habis harta dan benda
Kucintai engkau dengan suci
Seperti cintaku pada ibu, cinta yang sejati


Chuayank Bovie


TAK SEPERTI YANG KAU KIRA
By : M. Sahertian.

Aku bukanlah sangkar emas
Seperti yang kau kira
Aku bukanlah pangeran
Seperti yang kau impikan

Aku hanya seekor burung dara
Yang ingin mengikat merpati
Aku hanya seorang pengembara
Yang ingin mengikrarkan sumpah sehidup semati

Mawarku .........
Jika terlintas hasratmu untuk menatap keindahan yang kamu puja
Lihat kedalam hatimu dan bayangannya kanpun jadi nyata
Jadikanlah hatimu dan berkacalah disana
Temukan keagungan cinta nan mulia


Chuayank Bovie





DIBALIK BIBIRMU HDUPKU BERADA
By : M. Sahertian.

Surya tampak dikedua bibirmu
Selaksa angin tertiup keliang lahat
Engkau meraksasa didalam kalbu
Namun sampai kapan aku harus melihat

Dibalik jendela aku berdiri
Menyaksikan engkau bidadari
Tersenyum menatap kekuasaan sang ilahi
Menyongsong hari esok yang kan membumi

Engkau melihat dari mata sang pujangga
Menatap kehidupan hanya kenangan semata
Aku berceramah ditengah ramainya kota
Hanya kecoak-kecoak yang ikut berdendang

Evie, dimana engkau berada
Aku disini hampir tak bernyawa
Dari bibirmu tentukan hidupku untuk selamanya


Chuayank Bovie


ASMARADANA YANG FATAMORGANA
By : M. Sahertian.


Aku terlelap bermandikan cahaya
Keindahan asmaradana mencekam tiada bermula
Sosok jiwa yang rapuh mentahkan kepribadian
Aku bingung kemana jiwaku hendak kutitipkan

Orang berkata aku rapuh
Meninggikan angan-angan kekhayang
Sehingga akupun terjatuh
Namun aku tak merasa dan tak terbayang


Chuayank Bovie












AKU MASIH SEPERTI YANG DULU
By : M. Sahertian.



Biarkan gunung dengan menjulangnya
Biarkan laut dengan kebiruannya
Namun seperti dulu
Aku berdiri ditempat yang sama
Meneropong hari untuk menyatu mulai merapuh

Ayah bunda berjalan disampingku
Menitikan mana jalan benarku
Namun aku hilang bersama sumpahku
Yang kuikrarkan diatas cintaku padamu

Aku lemah .......
Menundukkan keinginan duniaku gerana cintaku padamu
Aku lelah ........
Bangunkan aku dari mimpi indahku


Chuayank Bovie


SIKAPMU, YANG MANA
By : M. Sahertian.


Sungai kuterlentangkan ketika aku menangis
Gunung kutegakkan ketika aku telah tertunduk
Mata ini tlah terkikis
Namun jiwa ini kupaksakan untuk tak mengamuk

Aku bingung, kadang kau hangat
Sehangat api unggun
Kadang-kadang kau aneh membuatku menggeliat
Seperti ulat dibawah jamban

Aku lelah
Apakah keadaan yang membuatku bingung
Aku resah
Ataukah kebingungan yang membuatmu berubah


Chuayank Bovie





KADANG – KADANG
By : M. Sahertian.


Sebelum matamu terkatup
Sebelum mimpi indah menyambut
Tlah tersimpan kata mutiara
Dari seribu kata pujangga

Aku telah terpental dari masa lampau
Hanya untuk menemuimu wahai pujaan hati

Kutemui satu hati penuh tanya
Adakah sepenggal hatimu
Adalah sebagian dari tulang igaku


Chuayank Bovie











SAYAP PERUBAHAN
By : M. Sahertian.


Perubahan pada dirimu
Menakutkan malaikat yang beterbangan
Sehingga sayapnya dipatahkan
Dan putihnya dimerahkan dengan darahku
Dan darahku mengalir deras dipelupuk jiwamu

Namun .............
Sebenarnya aku ingin marah
Tapi siapa yang akan aku marahi
Ketika aku ingin ngambek
Siapa yang pantas aku ngambeki

Tiada guna aku marah
Aku manusia, nggak pantas untuk itu
Aku nggak punya kekuasaan untuk semuanya
Yang punyalah yang berhak untuk itu


Chuayank Bovie


BENINGNYA WAJAHMU
By : M. Sahertian.


Dinginnya angin malam ini
Membinarkan mataku yang hendak terkantuk
Beningnya wajahmu malam ini
Membuyarkan kesedihanku yang kian menumpuk

Evie ..........
Kaulah kecantikan bidadari masa kini
Evie .........
Kaulah idaman semua pujangga hati

Ketika engkau hendak terjatuh
Kubiarkan tubuhmu menindihku
Ketika kau hendak tertidur
Kurelakan tubuhku menjadi kasur


Chuayank Bovie






BUNGAKU LAYU
By : M. Sahertian.


Bungaku layu diterjang angin
Terombang-ambing berguguran
Tiada arah kau bertahan
Menangispun tak terobatkan

Setelah lama kupandangi kau
Semakin tegar kau naungi bak tiang kau junjung tinggi
Ketika lemah kau jalani
Akupun takut kehilanganmu

Diantara dua orang yang bercinta
Keindahan yang diinginkan
Ketika kau yang menderita
Kuingin jiwaku yang menanggungnya


Chuayank Bovie





AKU TERLENA
By : M. Sahertian.


Demikian aku, bersama sayap malaikat
Ingin kurangkai cintaku
Demikian engkau, melantukan sebuah lagu untukku
Dengan lantunan tembang kalbu

Aku terlena, namun hanya sementara
Aku terbuai, namun itu hanya hitungan hari

Tiada ngelak kiamatpun akan berduka
Seperti itulah jiwaku


Chuayank Bovie











DOA’KU
By : M. Sahertian.


Tuhan ..........
Dalam menuai bunga-bunga
Biaskan rahmad cinta-Mu pada cintaku padanya
Nikmat yang tidak menyebabkan petaka

Ilahi ...........
Kuatkanlah kudalam perjalanan cinta
Tak selamanya kasih dan sayang berpadu
Namun aku butuh keutuhannya
Selamatkan aku dengan cahaya-Mu

Ya Rahman ..........
Serasikan cintaku padanya
Kasih sayang yang suci
Hilangkanlah gelisah dihati
Abadikanlah cinta kami


Chuayank Bovie



SANG PECINTA
By : M. Sahertian.


Pagi menyambut mentari bersinar
Meluluh lantahkan kesunyian yang menebar
Langkah pijak kian meramaikan kehidupan
Mengais rejeki yang tak kunjung datang

Keelokan mata ada pada remaja
Kegersangan raga tersimpan rapi dikening sang tua
Sungguh indah ketika mata melihatnya
Namun sungguh hina kehidupan, ketika kita memandangnya dengan raga

Cinta pada sang kekasih dianggap dosa
Pencabulan pada bocah dianggap pahala
Pecinta takut jatuh cinta
Pencabul riang seganas srigala

Aku sang pecinta, mendambakan keadilan tentang hukum cinta


Chuayank Bovie


KALA CINTA
By : M. Sahertian.


Dalam degup jantung yang tak pasti
Ku langkahkan kaki yang rapuh tiada berdaya
Ku tulis engkau sebagai rinduku
Saat hujan rintik-rintik hari ini

Pucuk-pucuk cinta bersemi
Berlari mendahului awan
Separuh ilusi yang datang hari ini
Tak juga menampakkan sinar wajahmu yang kuanggap melebihi sang kawan
Kala mentari pagi bersinar
Kala air masih mengalir
Kicau burung masih terdengar
Cinta ...., akan aku dapatkan kau selama bumi masih berputar

Karena cinta adalah tetesan embun yang menyejukkan
Bukanlah bara mengembara yang membakar



Chuayank Bovie

CHAYANK
By : M. Sahertian.



Yank .........
Kurangkum namamu sesimpel mungkin

Yank .....
Kupanggil namamu seindah bunga lilin

Yank ........
Bersintaksis Y – A – N – K

Yank .........
Benarkah itu iktisar dari kata chayank


Chuayank Bovie








KESEPIAN ADALAH FATAMORGANA
By : M. Sahertian.

Ketika jiwaku kosong
Dimana kosong adalah naluri tanpa arah
Kemanapun aku pergi
Kesepian selalu menghantui.
Pernah keraguan menyelimuti kalbu
Ketika engkau tak ada disisi
Dalam gelap aku menemukanmu
Ketika aku msih dalam dekapan mimpi.
Ketika Allah menciptakan aku
Aku yakin, Allah sudah menciptakan engkau sebagai pasanganku kelak
Aku percaya pada semua keagungan-Mu
Karena itu ........
Sesungguhnya kesepian itu adalah fatamorgana
Ketika kau mencoba memecahkannya.
Kesunyian adalah kesepian
Kesepian adalah aku
Aku adalah kesepian ketika aku kesunyian
Namun kesunyian dan kesepian akan hilang
Ketika kau memecahkan kesunyian dan kesepianku
Chuayank Bovie

KEGELISAHAN
By : M. Sahertian.


Kasmaran yang tak pernah ada akhirnya
Bahkan takkan pernah ada hentinya
Kapan jadi kenyataan jika semuanya pergi tanpa pesan
Engkau yang cantik yang takkan pernah ada hentinya untuk kucinta

Aku harus pergi meninggalkan semua kenangan
Semua hati yang terluka mesti harus kulalui
Dunia takkan berhenti ketika aku terluka
Karena hari esok, indah kan menyapa

Kumenunggu takkan menunggu untuk yang tak pernah ada
Aku yang selalu meninggikanmu diatas segalanya
Kumenanti, hanya kau yang ku nanti
Bukan sebuah hati yang pernah aku lalui

Namun adakah engkau mengerti
Disini aku kan tetap menanti


Chuayank Bovie


CINTA TANPA ATURAN
By : M. Sahertian.



Ketika cinta datang
Tak ada aturan yang mengikat
Aturan cuma aturan
Aturan cuma ada pada kesatuan

Aturan bukan malaikat
Dan juga bukanlah Dewa yang mengikat
Semua berjalan tanpa aturan
Karena aturan sebagian dari cinta

Mengikatpun tidak
Membiarkanpun tidak
Patuh, melanggar, hukuman, pujian, denda
Persetan dengan aturan
Karena cinta tanpa aturan


Chuayank Bovie



BINTANG KEJORAKU
By : M. Sahertian.


Hangat mata memandang kelangit
Terlihat bintang kejora disana
Tertimbun awan berkejaran
Melingkari suasana hati yang riang gembira

Aku berjalan menyusuri gelap
Gerana biintangku telah tertimbun awan
Tertuju mata mengupas kenikmatan sementara
Hilang sebuah harapan untuk menuai cinta

Inginku berdiri bersamamu dibawah bulan purnama
Menatap keindahan malam yang penuh tanda tanya
Mengais kedamaian walau hanya sementara
Tiada ngelak suara hatiku pun akan bersuka cita


Chuayank Bovie




REALITA ATO IMPIANKAH
By : M. Sahertian.



Sepi mengelilingi kedua telingaku
Hanya semriwing angin memenuhi rongga dada
Menggeliat sesekali hempaskan kegelisahanku
Yang menumpuk gerana rindu yang menggebu

Ingin rasanya berteriak lantang
Namun tiada guna kau takkan mendengar

Realita membuatku takut
Impian membuatku bangkit
Realita sebuah tantangan
Impian hanyalah sebuah impian


Chuayank Bovie








JUJUR AKU SAYANG KAMU
By : M. Sahertian.


Semakin lama terbendung tuk menggapaimu
Semakin hilang dengan kehadiran sang penggoda

Aku lelah harus begini
Tapi semuanya telah terjadi

Kutakut engkau hilang
Bersama wajah yang kian datang
Kutakut engkau menjauh terbang
Dengan hatiku yang kian bimbang

Jujur, kukatakan
Aku sayang kamu Evie


Chuayank Bovie







BIARKAN CERIAMU MERAJA
By : M. Sahertian.


Kamana yang dulu ada
Keman yang dulu ceria
Hilang meninggalkan punggung
Sehingga mata ini berat tak terbendung

Dulu ............ ceriamu menuai pundak dikala lesu
Namun ........... sekarang lesu menuai pundak diatas ceriamu

Jangan gerana tapak ini kau melemah
Karena usiamu takkan mundur
Jangan biarkan suasana meraja
Namun tegakkan semangatmu yang tak pantang mundur

Aku akan jadi kambojamu ketika kau dalam pekuburan
Aku akan jadi permadanimu
Ketika tulang belakangmu tak dapat menahan


Chuayank Bovie


BIARKAN WAJAHMU MERAJA
By : M. Sahertian.


Lalu lalang menghiasi pagi
Belum sesak karena siang belum penuh
Pancari nafkah bertebaran untuk anak dan istri
Tuk yang berpengaruh

Pagi ini cerah
Menghempaskan kekebalan yang menyesakkan
Walau mata sabit masih terbelalak
Namun tak menghentikakanku mengingat wajahmu

Disamping jalan kuhempaskan separuh inginku
Karena mata sabitku mulai tak tertahan tuk kembali pada peraduannya

Biarkan ceriamu bersandar
Bukan kekesalan yang mengakar
Biarkan senyum ditawamu menggodaku
Karena itu keindahan yang dapat membuatku terjaga.


Chuayank Bovie



KAULAH GUGUSAN BINTANGKU
By : M. Sahertian.



Gugus bintang berpencar menarik hati
Terlena mata terbujuk melihatnya
Semua bagai kilatan petir
Karena sang bintang nyatanya adalah kamu

Tak pernah padam pancaran sinarnya
Selalu menerawang dimana kuberpijak
Tak pernah lesu kuterjaga
Tuk menikmati indahnya pancaran sinar wajahmu


Chuayank Bovie








PERNAHKAH
By : M. Sahertian.

Dapatkah kau mengerti ketika kumenangis menginginkanmu
Dapatkah kau mengintip mimpiku ketika hangat kudalam pelukanmu

Pernahkan kau sedetik mencintaiku
Karena tak setengah detikpun kulewati tanpamu
Pernahkan kau menangis untukku
Ketika aku dalam pesakitan

Pernahkah kau memikirkanku ketika kau jauh dariku
Pernahkah kau selalu ada untukku ketika aku membutuhkanmu

Satu yang kupinta darimu andai kau manjakan aku dengan permintaan
Sejuta harapan kusandarkan padamu ketika masih ada harapan untukku

Biarkan ku selalu ada untukmu walau kau tak pasti ada untukku


Chuayank Bovie


BISAKAH KAU ADA UNTUKKU
By : M. Sahertian.


Ketika malam berkerudung kesunyian
Tak setitikpun noktah kebinaran wajahmu meredup
Bergelantung indah dipelipis merak
Yang takkan mungkin dirindukan sang burung dara

Elok sebagian dari zadmu
Indah sebagian dari namamu
Yang berbinar terang ketika kuterawang
Membinasakan keinginanku tuk melupakanmu

Entah kuhanya bisa mengkhayal
Karena sebagian rohku telah kau bawa terbang tinggalkan jasadku
Atau sudikah kau tinggalkan jasadmu
Tuk sesekali lewati gapura mimpiku
Yang gersang akan wujud nyatamu


Chuayank Bovie



BIARKAN ROHMU BERJIBAKU DIJIWAKU
By : M. Sahertian.


Kubuai duniaku dengan nadanya
Kau alirkan alunan indah penuh makna
Memberiku kerinduan yang tiada tara
Sehingga mata ini tak sanggup tuk melihatnya

Kekosongan pada jiwa kau hempaskan tak tersisa
Gerana alam menyengat tanpa diduga
Jangan biarkan pergi tanpa rasa
Karena kuingin kau menjadi sebagiannya

Belahlah ruang jiwaku
Bunuhlah keegoisanku
Dengan wangi yang kau tebarkan
Yang tak pernah lagi kuragukan


Chuayank Bovie




PANTASKAH INI UNTUKKU
By : M. Sahertian.


Degub jantung berdetak mengiringi langkahnya
Berhenti sejenak hendak kutertidur selamanya
Malam-malam mulai pudar kewarnaannya
Mengantarkan anganku yang hendak menggapai mimpinya

Tak pernah ragu tuk bermimpi
Karena disitu kubisa mencintai
Tak pernah bosan kutembus semak berduri
Karena nyataku penuh dengan ilusi

Semakin hari kuterlena
Semakin dalam kumerana
Semakin jauh kau berada
Semakin dekat ku dengan malaikat pencabut nyawa

Kasih ........
Benarkah ini inginmu
Ataukah ini memang pantas untukku yang telah lama mencintaimu
Chuayank Bovie


NAMAMU DISETIAP HELA NAFASKU
By : M. Sahertian.


Dapatkah kubertahan
Dengan jiwaku yang sepenggal
Dapatkah ku bermimpi
Jika kau anganku telah terbang melewati gapura istanamu

Nyilu terasa,
Bahagiapun tak tentu
Aku tak tahu kenapa,
Karena semua hilang tanpa memberi pesan

Kadang aku berfikir tuk pergi jauh darimu
Membiarkan dirimu bahagia tanpa memikirkan deritaku
Namun sampai kapan aku harus bertahan
Karena disetiap hela nafasku ada namamu


Chuayank Bovie




HARAPAN PENULIS
By : M. Sahertian.


Setetes bak berlian mencuak diatas lembaran bumi
Membuat prasasti tentang kita berdua
Membuat lamunanku yang sekejap menghilang
Lalui kepangkuanku engkau datang

Evie ..... tak manis lagi madu dirasa
Tak cantik lagi bidadari disurga
Ketika engkau datang melintasi
Mencoba menghiasi tamanku yang penuh mawar metasi

Evie ............ matahari hanya sehari
Bulanpun hanya pada waktu malam
Namun cahayamu tak pernah padam
Menghiasi ruang hidupku


Chuayank Bovie





DIBAWAH BULAN PURNAMA
By : M. Sahertian.


Disini, dimalam bulan purnama ini
Kutulis sepenggal puisi
Sebagai pengobat pelipur hati

Disitu, ingin kuberdiri
Bersamamu ingin kugapai matahari
Sesosok tambatan hati .......
Apakah engkau mengerti kerisauan hati ini

Pelipur hati ......
Dimana engkau akan kucari
Aku disini telah terluka hati
Gerana cinta yang selama ini tak terobati

Evie ......... adakah engkau mengerti
Apa yang sedang kurasakan ini


Chuayank Bovie


BIARKAN KASIHKU MENYAPA CINTAMU
By : M. Sahertian.

Air mataku hiasi tetesan embun pagi
Sembari berdoa pelik kian membangun
Angan menumpuk tak dapat hembuskan cinta
Mata tertimbun dunia yang tak nyata

Aku menolak semua yang kan terjadi
Gerana jiwa semampai tak dapat kugenggam
Semakin jauh pikiranku tak terjangkau
Semakin kutersesat dengan jiwa kecilku

Dimana semua harus kutaruh
Gerana bejanaku hilang tertiup angan
Berceceran rasa cintaku semakin menipis
Tapi aku tak bisa melawan takdir

evie ......., biarkan bejana cintamu menganga
Tuk dapat kualirkan setetes kasih sayangku
Biarkan anganku menyapa kisahmu
Menyatu indah bak Khais dan Laila

Chuayank Bovie

KETIKA AKU BERSILA DIHADAP – MU
By : M. Sahertian.



Disudut ruangan bersenandung lirik
Kupanjatkan harapan keperaduan kaki bersila
Tanpa kata, tanpa raga
Hanya jiwa menghadap purna dihadapan Sang penguasa zaman

Antara rerimbunan malam
Dadaku bergetar ditabuh raga yang kian mencekam
Lewat mata mungilku kulihat disekelilingku
Hanya terlihat sihir rupanya yang tak nyata

Sekarang terserah Engkau Sang pencipta alam
Kumengharap sayap seperti apa
Sedangkan aku yakin
Engkau tahu mana yag terbaik untukku


Chuayank Bovie



WUJUD RINDUKU ADALAH KAMU
By : M. Sahertian

Semua berlalu tanpa mengepakkan sayap
Membonceng keinginan yang takkan usai dengan detikan waktu
Binar mata tak sanggup tuk bertahan
Dirayu sembilu air mata diujung kelopak

Aku bersila dengan keinginan penuh
Menyunting kebahagiaan yang tak pernah aku raih
Aku meredup tanpa sinar rembulan
Gerana kuhanya awan diombang-ambing tak berpengaruh

Semua berjalan tanpa arungi jiwamu
Mencicipi lalu buyar entah kemana
Kisahku takkan bermula tanpa kamu
Karena wujud rinduku adalah kamu


Chuayank Bovie





ZAMAN AUFKLARUNG
By : M. Sahertian.

Tak bisa kuberhenti
Bergejolak ingin berontak
Memimpikan khayalku sejenak
Tuk hamburkan anganku akan dirimu

Evie ........
Sepenggal nama telah mengukir erat
Entah disisi mana kau mengakar ditubuhku
Gerana belahan jiwa yang kuimpikan
Belum sepenuhnya menghempaskan jiwaku yang beku

Namun ..........
Mawar metasi tak pernah berhenti
Membujuk sukmaku mengalah pada zaman
Hingga daku terlena dengan liaran mata muda
Namun kutak bisa
Gerana kuyakin
Sepenggal zaman melahirkan aufklarung jiwaku

Chuayank Bovie


BUANKGLAH KECURIAANKU MENGAKAR
By : M. Sahertian

Kemana semua harus kutumpahkan dengan segenap rasa
Keinginan tuk hempaskan kegersangan yang memuncak
Berbinar, namun tak berkilau
Gerana satu bintang tak dapat bersinar dengan semestinya

Aku mencoba tuk berlari
Tuk seimbangkan diriku dengan ceriamu
Namun kutakut tersungkur dalam lumpur derita yang kau tabur benihnya
Namun ku tak ingin menjadi bimbangmu ketika kau dipelukan zaman ini

Ingin kulenyapkan semua yang kurasa
Namun terlanjur berakar dan berbenih curiga
Tak perlu kau sedani deritaku
Mungkin Dia telah setuju dengan keinginanmu
Ya Allah ............
Buanglah kecurigaanku yang berakar
Yang membuatku lupa akan diriku sendiri.
Chuayank Bovie


AKU BERBISIK PADA KALBUKU
By : M. Sahertian
Aku berbisik pada kalbuku ....................

Dimana sebenarnya ceritaku akan kumulai
Sedangkan endingnya tak pernah menemukan titik nadirnya
Dimana sebenarnya letak konflik yang akan aku angkat
Sedangkan aku bingung dengan keadaanku sendiri

Kapan semua berakhir dengan pengharapanku yang penuh
Sehingga aku bersua walau hanya dengan detikan bom waktu

Akupun berbisik kembali pada kalbuku ................

Benarkah wujud itu yang akan aku angkat
Sehingga akupun membaktismu didepan khayalak umat
Banggakah aku akan hal itu
Sedangkan fatamorgana selalu menyelimuti khayalku.

Banggakah aku .................
Sekali lagi aku tanyakan pada kalbuku yang bimbang ini

Chuayank Bovie


KESEMENTARAAN KU YANG TAK SANGGUP
By : M. Sahertian.

Sangat tak sanggup aku tuk bertemu
Kalau aku akhirnya akan melemah
Sangat tak mungkin aku tuk bertahan
Dengan jiwa yang telah aku tinggalkan dijiwa-jiwa sana

Kuingin berlabuh dengan rintihan angin yang mendesir
Dan merayu waktu tuk berhenti sejenak
Kuingin menyuap dengan ribuan rindu yang menggema
Sehingga daku terlena walau hanya sementara.

Kesementaraan ini telah lama kutunggu dengan pengharapan penuh
Walau asing masih menyelimuti wujudmu yang elok

Biarkan hati tertarik
Dan biarkan mata ini melirik
Dengan kesenjangan waktu yang semakin mengirit
Menarik ribuan pengaguman diriku akan dirimu

Chuayank Bovie



AKU JERA
By : M. Sahertian.


Kuberharap takkan berharap seperti apapun
Gerana bulan tetaplah bulan
Dan bintang tetaplah bintang
Yang berputar pada porosnya tanpa disuruh

Semua terhempas begitu saja
Dan takkan berubah ketika kiamat belum tiba
Aku bukanlah malaikat yang tanpa nafsu
Aku bukanlah iblis yang tak lepas dari amarah

Aku pernah berfikir tuk berdoa
Tapi aku jera
Karena itu aku tak pernah lagi percaya
Pada mawar yang mewangi.


Chuayank Bovie




HAMPARAN TAK SEGERSANG DULU
By : M. Sahertian

Dalam hanmparan jiwa yang kosong
Terdapat seutas kasih yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.
Ia, itu yang ku rasakan sekarang
Semerbak keinginan tuk memiliki dengan penghayatan penuh
Yang kan selalu menopang tuk selalu bercinta

Itulah dia
Bovie hamparanku yang bermakna telah memenuhi
Goresan-goresan kertas yang hampir usang
Gerana terlalu banyak pena yang mengukir, setelah itu pergi dengan goresan-goresan
Yang tak tampak.

Bovie
Buatlah hamparan ini berbinar
Sehingga ku tak takut lagi untuk merajut goresan-goresan indah penuh makna
Bersamamu.
Chuayank Bovie



TAKDIRKU
By : M. Sahertian

Kapan semuanya akan kembali,
Seperti ketika aku duduk dipangkuan ibu
Kapan semuanya akan kembali
Layaknya aku bermandikan harumnya kamboja

Bagaimana mungkin aku bahagia
Dengan keinginan yang tak pernah aku ingini
Bagaimanana mungkin aku tertawa
Karena semuanya telah terlampaui semua yang aku ingini, bukan kehendakku.

Aku bingung, apakah ini sudah tertulis semuanya
Ketika aku mulai menetek di puting susu ibuku
Ataukah ini yang dinamakan takdir subro
Yang bisa aku bolak-balik seperti menyingkap telapak tangan



Chuayank Bovie




TAKut
By : M Sahertian


Dalam kesenjangan jiwa yang rapuh
Aku berdoa di atas doa yang terbuang
Tuk mengais keindahan yang telah terkikis
Rasa ego yang membumbung tinggi telah merasuki jiwa kita

Aku takut, pada jiwaku yang menganga
Aku takut pada rasa ini
Aku takut……….benar!
Aku takut apa yang akan terjadi

Seperti itulah aku ketika jatuh cinta
Bukan aku munafik
Namun aku pecundang
Yang membiarkan dirimu berkata dalam angan, mungkin……..
Kenapa cintaku terjerat pada seorang Bojes

Namun biarkan dirimu ada disisi, walau dengan terpaksa


Chuayank Bovie




SAYAP CAHAYA MERAH
By : M. Sahertian


Cahaya merah tlah terbentang
Bersaing dengan lampu kota tuk mencuri perhatian pagi
Di sudut kota ku mulai terbang terpatah-patah
Ku pergi tuk kembali membawa sebilah harapan yang terombang-ambing di atas awan yang berputar

Biarkan pagi kepakkan sayapnya
Menyambut lelahku yang siap mengucur
Namun ku tahu kau Bovie
Selalu mengisi pori-pori tubuhku

Mata tak dapat terbelalak dengan semestinya
Bergelantung rindu di atas bulu mataku
Yang telah kutinggalkan di atas empuknya permadani
Hingga harapan demi harapan selalu mengisi bergelaga dia antara keinginan yang tak berdoa


Chuayank Bovie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEDITASI DAN KONSENTRASI DALAM DUNIA TEATER DAN DRAMA

RESENSI

Materi Bahasa Indonesia BAB 4 : NOVEL